Halaman

Rabu, 30 Januari 2013

semua tentang Riri #1



Oke, cerita ini kita ngelibatin empat tokoh utama, sebut saja "Adi, Ghali, Putra, dan satu orang cewek yang kisah hidupnyaaa akan dipublish, yaitu Riri Seprianti" Oke, kisahnyaa seperti ini
:::
:::
:::
:::::::::::
:::::::::::
::::::::::::::::::::::::::


~Proses Riri ketemu sama Ghali, Putra, dan Adi~
Hari pertama Riri Seprianti masuk sekolah, yaaa seperti biasa. riri mencari ruang kelasnya bersama teman SMP.ny, Mutia. Setelah puas berkeliling, akhirnya mereka pun menemukan kelasnya. Riri pun masuk kelas tersebut, pada saat Riri mau masuk kelas tepatnya di depan pintu kelas tersebut, Riri melihat seorang cowok, hatinya merasakan sesuatu yang beda. Ini pertama kalinya Riri merasakan hal seperti ini. Akhirnya, Riri pun tau siapa nama cowok itu. Yaa, namanya Ghali.  Setelah tiga bulan, bimbel disekolah pun dimulai. Di kelas bimbel ini, Riri satu kelas dengan Putra. Lambat laun Riri pun kenal dan mulai dekat dengan Putra bahkan tanggal lahir mereka berdua pun sama. *wwoowowwww* masih inget mutia ? akhirnya mutia pacaran dengan teman sekelas mereka, Fadil. Naah, inilah awalnya Riri mengenal Adi. Dari percakapan telpon yang awalnya Mutia dan Fadil, akhirnya menjadi percakapan telpon antara Riri dan Adi. Udaah tau kan gimana proses kenalannyaaa :D

Lanjut ke Proses Pendekatan~
Pertama, proses pendekatan Riri dengan Ghali. Setelah sekian lama mengetahui namanya Ghali, walaupun mereka sekelas, Riri tidak pernah memerhatikan Ghali bahkan Ghali duduk dimanapun Riri tidak tahu. Jadi ? gimana bisa deket ?? hmmm
Begini ceritanyaaaaa
Buka+Sahur bareng menjadi kegiatan rutin saat bulan puasa, contohnya Seni sama Pramuka. Kedua organisasi ini ngadain acara bukasahur bareng, yaa walaupun kegiatan intinyaa beda siih.. yang namanya kegiatan, biasanya diawali dengan acara pembukaan.. di acara pembukaan inilah Riri dan Ghali pun mulai saling memandang, Riri ikut melalui organisasi Seni dan Ghali melalui Pramuka. Walaupun kegiatan intinya mereka terpisah, tapi di acara pembukaan mereka saling memandang *piwwiiitt* gak cuma itu, pada saat buka bareng pun mereka makan bareng looohhh... berhadapan lagii... kebayang gak siih gimana perasaannya Riri saat itu ?? *rasanyaaa itu waaahhh bener deeh* banyangin deh, mereka itu baru deket pada saat acara ini, tapi mereka ini kayak udah deket bertahun-tahun gituu... udah ngobrol sana-sini. Waah banget deh pokoknyaaa :D oke, cerita pendekatan dengan Ghali cukup disini dulu...
Lanjuuttt dengan cerita pendekatan Riri dengan Putra.
Gak ada yang spesial ssih kisah antara mereka berdua ini.. Riri sama Putra kenalan karena mereka satu kelas di bimbel yang diadain oleh sekolah,, Riri biasa duduk dibelakang Putra.. lambat laun, Riri pun kenal sama Putra. Putra itu pinterrrr bangettt englisnya, tapi sayang... ternyata Putra suka banget sama komik sampe-sampe waktu gak ada guru pun Putra selalu cerita tentang komik, karena Riri gak terlalu suka sama komik, akhirnya kedekatan mereka cuma sebatas saling ejek doang, sampe akhirnyaa mereka tau kalo tanggal lahir mereka sama...

santtaaiiii... tunggu cerita selanjutnyaaa yaa...
semua tentang Riri #2 :)

Kehidupan~

Aku hidup di dunia yang serba kecukupan. meskipun begitu, disaat usiaku memasuki 18 tahun aku baru mulai mengerti dengan nikmat yang begitu banyak ini. Aku tak pernah sedikitpun menyadari, betapa beruntungnya aku, betapa sempurnanya hidupku bersama keluarga yang rukun dan teman-teman, serta semua orang yang begitu menyanyangiku. Sungguh indah hidupku ini, begitu ingin aku mengulang masalalu dan menikmati hal-hal indah di masa dulu. Akan tetapi itu hanyalah sebuah "keinginan" yang mungkin sia-sia. Pernahkah kau berpikir, seberapa indahnya dunia ini ? Pernahkah kau berpikir, seberapa beruntungnya bisa hidup di dunia ini ? Pernahkan kau berpikir seberapa lama kau bisa menikmatinya indahnya hidup ini ? selama 17 tahun lebih, aku sama sekali tak pernah berpikir seperti itu sampai pada akhirnya, aku mengerti makna kehidupan, aku mengerti untuk apa aku hidup. aku mengerti cara menikmati hidup. itu semua berawal ketika aku akan dioperasi. Tidak ada sedikitpun kegelisahan yang ada dihatiku sampai dua menit sebelum operasi. Saat lampu operasi dinyalakan, perasaanku mulai cemas. Aku begitu cemas bahkan sangat cemas. Aku sibuk memikirkan, bagaimana jika operasi ini gagal ? bagaimana jika aku tak bisa hidup seperti dulu ? aku cemas, aku pun mulai berpikir. bagaimana jika aku tak bisa menikmati hidup seperti dulu ? aku cemas, setelah operasi selesai. Perasaanku mulai lega, alhamdulillah pun terucap dari bibirku bahkan keluar dari lubuk hatiku. Aku mulai mengerti arti kehidupan ini :) ~nikmatnyaa hidup bila disyukuri~


I Love MyLife ^_^
~always positive thinking and give thanks to god~